Saturday, November 9, 2013

Gol



Demba Ba, pemain bola sepak Chelsea, diberitakan mencetak sebuah gol yang indah. Ia terus melakukan sujud syukur, menyungkurkan wajahnya ke tanah. Ia sangat istimewa bagi Demba Ba, kerana merupakan golnya yang perdana. Sujudnya jauh lebih istimewa, sebab tak ramai yang mampu berbuat sama.

Saat menyaksikan pertandingan bola, ramai manusia yang merasa teruja. Walaupun ia tiada kena mengena dengan kehidupan mereka. Yang dicari mungkin hiburan semata. Sementara hidup menuntut kerja nyata. Saat sang hero memasukkan bola ke gawang, ia merasa ikut menang. Seharusnya ia meradang, disebabkan waktunya yang terbuang. Masih bagus jika ada pelajaran yang boleh dibawa pulang.

Dalam hidup yang kita jalani pun sebenarnya ada banyak ‘gol’ yang membuat hati gembira. Tak mesti ‘gol’ yang hebat, ‘gol-gol’ kecil pun termasuk tanda berjaya. Semua itu adalah nikmat yang melimpah. Atasnya lidah kita mengucap Alhamdulillah. Ketika itulah, seluruh ‘gol’ menjadi benar-benar indah dan berkah.

Bersyukurlah, dan akan ada lebih banyak ‘gol’ yang tercipta. Tak percaya, sila mencuba!

Thursday, November 7, 2013

Di Balik Kematian

Kematian bukanlah akhir hidup manusia
Ia hanyalah pintu keluar dari dunia
Menuju kediaman berikutnya
Dunia ini menyibukkan dan membuat lupa
Sehingga banyak yang alpa
Untuk apa hidup itu sebenarnya
Tak kurang pula yang bersuka ria
Tak bersedia untuk hidup setelahnya

Umar bin Abdul Aziz pernah berkata:
"Di balik kematian ada dua tempat kediaman
Kalau engkau terlepas dari tempat yang pertama
Engkau akan berakhir di tempat yang kedua"
Tiada tempat yang ketiga
Tiada pula yang boleh membeli dengan hartanya
Satu kediaman bernama Surga
Yang lainnya bernama Neraka

Ramai yang ingin Surga
Tapi berkelakuan ahli Neraka
Ramai inginkan surga dunia
Tapi mengundang Neraka tiada habisnya

Siapa yang kejar dunia untuk akhiratnya
Dia beruntung sepanjang masa
Jangan cintai dunia, cintai Pemiliknya
Karena Dia saja yang boleh memberi bahagia
Bahagia yang sebenarnya
Dia saja, tiada selain-Nya

Jakarta, 8 Nov 2013
Alwi Alatas

Wednesday, November 6, 2013

Tak belajar dari kematian

Kubur dan kematian seharusnya dapat menjadi pengingat bagi kita untuk sadar dan menjauhi hal-hal yang negatif. Namun ada juga sebagian manusia yang tak peduli dengan kematian, walaupun mereka berada didekatnya.

Pada bulan September 2013 lalu, ada seorang bernama Soleh yang meninggal dunia. Sayang namanya tidak menggambarkan perilakunya. Ia wafat setelah pesta minum arak dan dikuburkan beberapa waktu kemudian. Beberapa saat sebelum Soleh dikuburkan, tujuh orang lainnya melakukan pesta minum arak pula di lokasi kuburan. Sebagian dari ketujuh orang itu bekerja sebagai penggali kubur. Selepas menguburkan jenazah Soleh, mereka kembali melanjutkan pesta minum arak di tempat yang sama. Malam itu juga, beberapa orang yang meminum arak tersebut masuk ke rumah sakit. Satu di antara mereka meninggal dunia selepasnya.

Mereka buat maksiat di tempat yang seharusnya mengingatkan mereka pada kematian. Kalau kematian sudah tak dapat menyadarkan dan menginsafkan, apa lagi yang hendak diharapkan?

Ya Allah, jauhkan kami daripada Su'ul Khatimah.

http://jogja.tribunnews.com/2013/09/18/tujuh-orang-pesta-miras-oplosan-di-kompleks-makam-lima-tewas