Kira-kira sepuluh tahun yang lalu ketika saya adalah seorang mahasiswa di perguruan tinggi, saya bekerja sebagai pelatih di universitas saya, Museum of Natural History. Suatu hari semasa bekerja di sebuah kedai tempat membeli hadiah, saya melihat sepasang orang tua datang dengan seorang gadis kecil di kursi roda.
Saat saya memperhatikan lebih dekat pada gadis ini, saya melihat bahawa ia bertengger di atas kerusinya. Saya kemudian menyadari bahawa ia tidak mempunyai tangan atau kaki, hanya kepala, leher dan batang tubuh. Dia memakai pakaian putih yang kecil dengan titik polka merah.
Ketika pasangan itu mendorongnya ke arah saya, saya memandang ke kasir. Saya kemudian memalingkan kepala saya ke arah gadis itu dan memberikannya kedipan mata. Setelah saya mengambil uang dari kakek neneknya, saya menoleh lagi pada gadis itu, yang sedang memberi saya senyuman paling besar dan paling manis yang pernah saya lihat.
Tiba-tiba kekurangannya menjadi hilang dan semua yang saya lihat adalah gadis yang cantik ini, yang senyumannya telah mencairkan saya dan hampir serta-merta memberikan saya rasa yang benar-benar baru tentang arti hidup ini. Ia telah menarik saya dari seorang pelajar kampus yang miskin dan tidak bahagia serta membawa saya ke dunianya; dunia yang penuh senyuman, kasih sayang dan kehangatan.
Itu sepuluh tahun yang lalu. Kini saya adalah seorang peniaga yang berjaya dan setiap kali saya merasa jatuh dan berfikir tentang masalah-masalah yang ada, saya ingat pada gadis kecil itu serta pelajaran luar biasa tentang kehidupan yang ia berikan pada saya.
Diterjemahkan secara bebas daripada http://www.islamcan.com/islamic-stories/a-world-of-smile.shtml#.VJL9gzHF9q0
Anak kami yang berumur 4 tahun mempunyai beberapa masalah kesehatan yang agak serius, jadi kami sering berkunjung ke rumah sakit anak-anak yang berdekatan. Dua minggu lalu, anak kami berada di sana selama beberapa hari untuk menjalani pembedahan.
Ini merupakan keadaan penuh tekanan bagi kami, tetapi kunjungan ke rumah sakit hampir selalu membuat saya merasa bersyukur. Mengapa? Oleh kerana "pintu-pintu yang lain."

Saat saya berjalan di koridor rumah sakit itu, saya lewat di depan pintu yang membawa kepada banyak bagian yang berlainan. Saya melalui bagian di mana pakar bedah membentuk kembali wajah anak-anak. Saya melalui bagian di mana para pakar merawat anak-anak yang telah tragis terbakar. Saya melalui bagian di mana anak-anak dengan penyakit kanker menghabiskan masa kecil mereka melawan penyakit yang menakutkan kebanyakan orang dewasa. Setiap hari, orang-orang berjalan melalui pintu-pintu itu. Saya terus berjalan.
Kadang-kadang, saya berjalan melalui ruang perawatan, memandang dalam kamar seorang anak yang sedang menghadapi kematian. Saya menatap anak itu, tidak sadarkan diri di tengah-tengah banyaknya selang dan mesin. Saya melihat keluarganya, yang sedang menatap kosong ke udara, bersedih atas apa yang akan terjadi. Saya terus berjalan.
Di tingkat empat, saya melewati "kubur bawah tanah" di mana ibu bapak dengan anak-anak di ICU mendapati hari dan malam mereka terentang menjadi minggu dan bulan, tetap mengharapkan berita baik atas keadaan yang tiada harapan. Saya terus berjalan.
Pada suatu malam, saya berjalan di ruang tunggu. Hanya satu keluarga yang masih ada di sana, dan dokter baru saja selesai melakukan pembedahan. Ia mulai memberitahu mereka tentang keadaan pasien .... letupan senapan patah, .... kerusakan muka besar-besaran .... selusin lebih operasi yang akan datang .... kecacatan seumur hidup ... pertanyaan "mengapa?" seumur hidup. Saya duduk, separuh mendengar, mempertimbangkan pintu-pintu itu, yang keluarga ini akan hadapi pada tahun-tahun mendatang.
Saya bangkit berdiri. Saya berjalan kembali ke ruang perawatan anak-anak, ke satu pintu yang saya cari. Di belakang pintu ini, anak kami perlahan-lahan pulih dari pembedahan. Dan dengan cara yang aneh, saya bersyukur atas "keadaan" yang menimpa hidup kami.
Kerana ada seratus pintu lain di tempat ini yang lebih buruk lagi. Dan kita bisa dengan mudahnya berada di dalam salah satu kamar itu.
Saat anda berdoa meminta kekuatan agar bisa keluar dari pintu-pintu (musibah) yang anda hadapi, pastikan juga untuk bersyukur kepada Allah Ta'ala atas pintu-pintu yang Dia telah lepaskan anda daripadanya.
Diterjemahkan secara bebas dari http://www.islamcan.com/islamic-stories/the-other-doors.shtml#.VJGw_THF9q1
Seorang anak lelaki berkata kepada ayahnya: "Saya melihat seorang gadis dan saya ingin menikahinya. Ia begitu cantik dan mempunyai mata yang indah."Ayahnya menjawab: "Sudah tentu Nak, mari kita datang dan meminangnya."
Apabila ayahnya melihat gadis itu, ia kagum akan kecantikannya dan berkata kepada anaknya: "Kamu tidak berhak atas gadis ini. Ia memerlukan seseorang yang mempunyai pengalaman dalam hidup dan seseorang yang ia boleh bergantung kepadanya, seseorang seperti saya ..."
Anak lelaki itu terkejut dengan sikap ayahnya dan dia berkata kepadanya: "Dia akan menikah dengan saya, bukan denganmu."
Mereka mulai bertengkar dan akhirnya kedua-duanya mengambil keputusan untuk pergi ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah itu. Setelah mereka menceritakan kisah mereka kepada polisi, ia katanyapada mereka: "Bawalah gadis itu ke sini supaya kita boleh menanyakan pendapatnya tentang perkara ini."
Apabila pegawai itu melihat kecantikan gadis itu ia berkata kepada anak dan ayahnya: "Kalian berdua tidak layak, ia memerlukan seseorang yang mempunyai martabat seperti saya."
Ketiga lelaki itu pun bertengkar dan akhirnya memutuskan untuk pergi kepada menteri untuk menyelesaikan masalah mereka. Saat menteri melihat gadis itu, ia berkata: "Ia berhak untuk menikah dengan seorang menteri seperti saya."
Raja mendengar tentang masalah mereka dan memanggil mereka semua untuk membantu menyelesaikannya. Tetapi ketika ia melihat gadis itu ia berkata: "Gadis ini akan menikah dengan saya."
Semua kelima lelaki itu pun bertengkar. Akhirnya, gadis itu berkata kepada mereka semua: "Saya mempunyai jalan penyelesaian! Saya akan mulai berlari dan siapa saja yang bisa menangkap saya, dia lah yang akan menjadi suami saya ".
Ketika ia mula berlari, anak itu, ayahnya, polisi, menteri, dan raja semuanya berlomba untuk menangkap gadis itu.

Tapi tiba-tiba kelima lelaki itu jatuh ke dalam lubang yang dalam.
Gadis itu memandang kepada mereka dari atas lubang dan berkata "Tidakkah kalian tahu siapa saya? Saya adalah 'Dunya' DUNIA INI!! Orang-orang mau mengejar untuk menangkap saya. Mereka berlomba-lomba untuk memiliki saya. Dengan berbuat demikian, mereka lupa agama mereka, sehingga mereka berakhir di dalam kubur dan tidak mendapatkan saya ....!"
Diterjemahkan daripada https://www.pinterest.com/systemoflife/inspirational-stories-to-boost-up-your-imaan-faith/