Showing posts with label kubur. Show all posts
Showing posts with label kubur. Show all posts

Saturday, December 20, 2014

Hingga Masuk ke dalam Kubur

Seorang anak lelaki berkata kepada ayahnya: "Saya melihat seorang gadis dan saya ingin menikahinya. Ia begitu cantik dan mempunyai mata yang indah."

Ayahnya menjawab: "Sudah tentu Nak, mari kita datang dan meminangnya."

Apabila ayahnya melihat gadis itu, ia kagum akan kecantikannya dan berkata kepada anaknya: "Kamu tidak berhak atas gadis ini. Ia memerlukan seseorang yang mempunyai pengalaman dalam hidup dan seseorang yang ia boleh bergantung kepadanya, seseorang seperti saya ..."

Anak lelaki itu terkejut dengan sikap ayahnya dan dia berkata kepadanya: "Dia akan menikah dengan saya, bukan denganmu."

Mereka mulai bertengkar dan akhirnya kedua-duanya mengambil keputusan untuk pergi ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah itu. Setelah mereka menceritakan kisah mereka kepada polisi, ia katanyapada mereka: "Bawalah gadis itu ke sini supaya kita boleh menanyakan pendapatnya tentang perkara ini."

Apabila pegawai itu melihat kecantikan gadis itu ia berkata kepada anak dan ayahnya: "Kalian berdua tidak layak, ia memerlukan seseorang yang mempunyai martabat seperti saya."

Ketiga lelaki itu pun bertengkar dan akhirnya memutuskan untuk pergi kepada menteri untuk menyelesaikan masalah mereka. Saat menteri melihat gadis itu, ia berkata: "Ia berhak untuk menikah dengan seorang menteri seperti saya."

Raja mendengar tentang masalah mereka dan memanggil mereka semua untuk membantu menyelesaikannya. Tetapi ketika ia melihat gadis itu ia berkata: "Gadis ini akan menikah dengan saya."

Semua kelima lelaki itu pun bertengkar. Akhirnya, gadis itu berkata kepada mereka semua: "Saya mempunyai jalan penyelesaian! Saya akan mulai berlari dan siapa saja yang bisa menangkap saya, dia lah yang akan menjadi suami saya ".

Ketika ia mula berlari, anak itu, ayahnya, polisi, menteri, dan raja semuanya berlomba untuk menangkap gadis itu. 



Tapi tiba-tiba kelima lelaki itu jatuh ke dalam lubang yang dalam.

Gadis itu memandang kepada mereka dari atas lubang dan berkata "Tidakkah kalian tahu siapa saya? Saya adalah 'Dunya' DUNIA INI!! Orang-orang mau mengejar untuk menangkap saya. Mereka berlomba-lomba untuk memiliki saya. Dengan berbuat demikian, mereka lupa agama mereka, sehingga mereka berakhir di dalam kubur dan tidak mendapatkan saya ....!"

Diterjemahkan daripada https://www.pinterest.com/systemoflife/inspirational-stories-to-boost-up-your-imaan-faith/

Wednesday, November 6, 2013

Tak belajar dari kematian

Kubur dan kematian seharusnya dapat menjadi pengingat bagi kita untuk sadar dan menjauhi hal-hal yang negatif. Namun ada juga sebagian manusia yang tak peduli dengan kematian, walaupun mereka berada didekatnya.

Pada bulan September 2013 lalu, ada seorang bernama Soleh yang meninggal dunia. Sayang namanya tidak menggambarkan perilakunya. Ia wafat setelah pesta minum arak dan dikuburkan beberapa waktu kemudian. Beberapa saat sebelum Soleh dikuburkan, tujuh orang lainnya melakukan pesta minum arak pula di lokasi kuburan. Sebagian dari ketujuh orang itu bekerja sebagai penggali kubur. Selepas menguburkan jenazah Soleh, mereka kembali melanjutkan pesta minum arak di tempat yang sama. Malam itu juga, beberapa orang yang meminum arak tersebut masuk ke rumah sakit. Satu di antara mereka meninggal dunia selepasnya.

Mereka buat maksiat di tempat yang seharusnya mengingatkan mereka pada kematian. Kalau kematian sudah tak dapat menyadarkan dan menginsafkan, apa lagi yang hendak diharapkan?

Ya Allah, jauhkan kami daripada Su'ul Khatimah.

http://jogja.tribunnews.com/2013/09/18/tujuh-orang-pesta-miras-oplosan-di-kompleks-makam-lima-tewas

Tuesday, September 24, 2013

Sebesar apa rumah kita?

Beberapa hari lalu saya bertakziah ke tempat seorang yang baru saja meninggal dunia. Orang yang wafat ini merupakan seorang pengusaha yang berhasil dan termasuk orang kaya. “Jalan masuk ke rumahnya hanya cukup untuk satu mobil,” begitu saya diberitahu, “tapi rumahnya besar sekali.”

Ketika tiba di rumahnya, saya tidak begitu memperhatikan keadaan tempat itu, karena perhatian tertuju pada orang-orang lainnya yang hadir di sana. Beberapa waktu kemudian, jenazah dibawa dengan sebuah mobil pengantar jenazah menuju ke masjid untuk disalatkan dan kemudian dibawa ke kubur. Saya sendiri tidak ikut menyalatkan di masjid dan mengantarkan ke kuburan. Saya menunggu ibu saya yang ikut bertakziah keluar dari dalam rumah untuk kemudian pulang ke rumah.

Orang-orang sudah mulai pergi meninggalkan tempat itu dan suasana menjadi lebih sepi. Ketika itu, sambil menunggu ibu, saya memperhatikan halaman serta rumah yang besar itu. Untuk sebuah rumah pribadi, tempat itu memang sangat besar. Ia memiliki bangunan tempat meletakkan mobil yang terpisah dari bangunan rumah utama. Halaman dan kebunnya juga sangat luas.

“Besar sekali rumah ini,” saya bertanya-tanya ingin tahu, “berapakah luasnya?”

“Saya dengar luasnya 1 hektar,” kata abang yang ada di sebelah saya.

Dapatkah anda membayangkan sebuah rumah pribadi, di tengah kota besar seperti Jakarta, yang luas tanahnya 1 hektar? Tentu saja Allahyarham bukan satu-satunya orang kaya yang memiliki rumah dan halaman seluas itu. Ada orang-orang kaya lainnya yang memiliki rumah pribadi dengan tanah yang luas. Tapi jumlah mereka tentu terbatas, apalagi jika dibandingkan dengan kebanyakan orang yang rumahnya tidak sampai 100 atau 150 meter persegi. Masih banyak lagi yang tidak memiliki rumah sama sekali dan hanya mampu menyewa rumah.

Kalau pemilik rumah ini selalu bersyukur kepada Tuhannya atas nikmat itu, tentu ia termasuk orang yang beruntung. Ia memiliki rumah yang besar, memiliki kekayaan yang lebih dari cukup, memiliki kendaraan dan bangunan khusus untuk meletakkan kenderaannya, memiliki bisnis yang hebat, serta memiliki banyak hal lainnya. Tentu tiada alasan untuk tidak bersyukur. Tapi kita yang rumahnya kecil pun, atau belum punya rumah, jangan sampai tak bersyukur. Karena nikmat yang sedikit pun perlu disyukuri. Sekecil apa pun nikmat, di dalamnya ada tuntutan untuk bersyukur. Dan bagi orang yang bersyukur, nikmatnya akan dilipatgandakan.

Jadi begitulah, orang itu memiliki rumah yang sangat besar. Namun kini ia sudah meninggal dunia. Jenazahnya dibawa meninggalkan rumah itu, menuju ke tempat yang lain. Kemana jenazah itu dibawa? Ya, ia dibawa ke ‘rumah’ yang baru. Luas rumah yang baru itu hanya sekitar dua meter persegi, tidak lebih. Rumah barunya itu sama saja dengan rumah kita semua pada akhirnya. Orang yang tidak punya rumah selama hidupnya pun pada akhirnya akan menempati ‘rumah’ yang luasnya kurang lebih sama dengan yang ditempati si kaya.



Rumah di akhir kehidupan itu bernama kuburan. Kita semua akan masuk ke dalamnya. Kekayaan kita di dunia tidak membuat kubur itu lebih besar dan nyaman. Kekayaan amal-lah yang akan menjadikannya terang dan aman.

Jangan hanya sibuk membeli dan mengurus rumah duniawi. Kerana pada akhirnya rumah itu akan jadi milik orang lain. Persiapkan diri untuk rumah yang terakhir. Agar kelak kita tak merasa kecewa yang berpanjangan.

Syed Alwi Alatas
Jakarta, 23 September 2013

Wednesday, September 18, 2013

Syair yang menyentuh tentang kematian

Jika Tuhanku bertanya padaku
Tidak malukah kau bermaksiat pada-Ku?

Kau sembunyikan dosamu dari makhluk-Ku
Dan datang pada-Ku dengan penuh dosa

Bagaimana aku nak jawab duhai diriku yang malang?
… dan siapalah yang dapat menyelamatkan aku?

Aku terus menyogok jiwaku dengan impian
Dan harapan dari semasa ke semasa

Dan aku melupakan apa yang bakal dihadapi selepas mati
Dan apa yang akan berlaku selepas aku dikafankan

Seolah-olah aku ini telah dijamin untuk hidup selamanya
Seakan mati tidak akan menemuiku

Dan telah datang padaku sakaratul yang ngeri
Nah! Siapa sekarang yang mampu melindungiku?

Aku melihat pada wajah-wajah …
Apakah ada daripada mereka yang akan menebusku?

Aku akan disoal apa yang telah aku lakukan
Di dunia untuk menyelamatkan diri ini?

Maka bagaimana akan kujawab
Setelah aku mengabaikan urusan agamaku?

Celakanya aku! Apakah aku tak mendengar
Ayat-ayat Allah yang menyeruku?

Adakah aku tak dengar apa yang telah diberitakan
Di dalam surah Qaaf dan Yaasin?

Apakah aku tak dengar tentang hari dikumpulkan manusia
Hari perhimpunan dan hari al-Deen (Qiyamah)?

Adakah aku tak dengar panggilan ajal maut,
Menyeru dan menjemputku?

Maka Ya Rabb! Seorang hamba datang bertaubat,
Siapa yang dapat melindunginya?

Melainkan Tuhan yang Maha Luas pengampunan-Nya
Yang membimbingku pada kebenaran?

Aku telah datang pada-Mu maka kasihanilah daku
Dan beratkan timbangan (kebaikan) ku

Dan ringankan (percepatkan) hisabku
Kerana Engkaulah yang terbaik dalam penghisaban